Perumahan Subsidi, Upaya Pemerintah Mensejahterakan Rakyatnya

CategoriesBisnis RumahTagged , , ,

Perumahan Subsidi Untuk Masyarakat Menengah

Perumahan subsidi adalah salah satu jawaban dari permasalah hunian bagi sebagian masyarakat Indonesia terutama bagi mereka denga penghasilan rendah. Sedangkan harga rumah dari waktu ke waktu terus melambung semakin tidak terjangkau oleh pendapatan yang mereka terima. Disisi lain rumah tinggal menjadi kebutuhan primer, yang menjadi prioritas utama penduduk sebelum kebutuhan lainnya.

Terus bertabahnya jumlah penduduk Indonesia menjadi pemicu kebutuhan akan rumah dari tahun ke tahun terus meningkat. Akan tetapi hal ini tidak didukung dengan daya beli masyarakat yang disebabkan melambungnya harga rumah yang tersedia. Semakin mahalnya harga lahan, meningkatnya biaya kontruksi, suku bunga yang tinggi, serta uang muka yang tak terjangkau menjadi alasan utama.

Dengan latar belakang tersebut, bagi masyarakat dengan penghasilan rendah menjadi hal yang mustahil untuk memiliki rumah sendiri. Jangankan untuk membeli rumah secara tunai, membeli rumah secara kredit pun mereka terhalang dengan uang muka serta cicilannya yang tinggi. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa memperoleh perhatian khusus pihak, maka akan banyak penduduk yang tinggal dipemukiman tak layak huni.

Untuk mengatasi persoalan diatas, pemerintah Indonesia telah mencanangkan Program Sejuta Rumah serta memberi akses mudah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pada tahun 2017, pembangunan perumahan subsidi pemerintah terus digulirkan dan dipercepat penyelesaiannya. Program ini gencar-gencarnya dibangun dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia seperti jawa, sumatera, Kalimantan, dan seulawesi selatan.

Perumahan bersubsidi yang saat ini banyak kita temui merupakan rumah yang tidak dikenai pajak dan memiliki bunga yang rendah. Hunian ini ditujukan pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki tempat tinggal yang layak. System pembayaran rumah ini dapat melalui angsuran yang dilakukan setiap bulannya dan tanpa dikenai bunga hingga lunas (KPR bersubsidi).

Perumahan Subsidi dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Di Indonesia sendiri, upaya pemerintah untuk membantu penduduk berpenghasilan rendah adalah dengan memberikan subsidi bunga, yakni melalui fasilitas perumahan KPR bersubsidi. Fasilitas ini mulai disalurkan sejak tahun 1974, sejalan dengan pembangunan perumahan sederhana yang diperuntukkan bagi masyarakat berpendapatan menengah ke bawah. Fasilitas ini awalnya hanya untuk pembelian rumah, kemudian tersedia juga fasilitas untuk pembangunan, perbaikan, dan pembangunan rumah susun sederhana.

Kredit Pemilikan Rumah Bersubsidi merupakan kredit atau pembiayaan yang diterbitkan  oleh Lembaga Penerbit Kredit/Pembiayaan. Pemberian ini bertujuan memfasilitasi pemilikan/ pembelian rumah sederhana sehat (RSH) yang dibangun pengembang, dengan subsidi dari pemerintah. Sebagaimana telah diatur dalam peraturan Menteri Negara tentang perumahan KPR bersubsidi.

Dilansir oleh satu berita di media masa, pemerintah akan meluncurkan skema baru untuk kredit pemilikan rumah. Yakni dengan memberlakukan persyaratan kepemilikan tanpa batasan gaji, yang rencananya akan diterbitkan pada tahun 2019. Program ini akan memiliki sejumlah perbedaan dari program-program sebelumnya dengan tajuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Rencana perubahan prosedur ini dilator belakangi banyaknya masyarakat milenial yang selama ini terganjal aturan FLPP untuk mengakses fasilitas subsidi pemerintah. Rencana yang akan berlakukan selanjutnya adalah penurunan tingkat suku bunga yang semula 5%, namun masih dalam proses perumusan kembali. Selain itu, uang muka yang saat ini berlaku adalah 1% dengan  Rp 4 juta tambahan, juga kemungkinan akan dilakukan pengkajian ulang.

Perumahan Subsidi Harus Memenuhi Persyaratan Berikut

Untuk melakukan pengajuan KPR bersubsidi ini, pemohon wajib memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan berikut,

  1. WNI berdomisili di Indonesia
  2. Telah berusia 21 tahun atau sudah menikah
  3. Pemohon maupun pasangan (suami/istri) belum memiliki rumah serta pernah belum pernah menerima dari pemerintah untuk kepemilikan rumah.
  4. Gaji atau penghasilan pokok tidak melebihi:

             Rp 4.000.000,00 (empat juta Rupiah) untuk Rumah Sejahtera Tapak

             Rp 7.000.000,00 (tujuh juta Rupiah) untuk Rumah Sejahtera Susun, atau maksimal gaji sesuai ketentuan pemerintah

  1. Telah memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun
  2. Memiliki NPWP atau SPT tahunan PPh sesuai ketentuan berlaku

Apabila syarat yang di tentukan diatas sudah dapat dipenuhi, maka Anda dapat datang ke bank terdekat dengan membawa persyaratan tersebut. Untuk mengurus permohonan KPR besubsidi akan dibutuhkan waktu kurang lebih 10 hari kerja. Waktu ini diperlukan untuk penyetujuan pengajuan KPR subsidi dari pihak-pihak terkait.

Selain itu, untuk perumahan bersubsidi akan Anda dapatkan dengan  mengikuti ketentuan berikut:

             Luas bangunan tidak lebih dari 36 m²

             Luas tanah tidak kurang dari 60 m²

             Merupakan rumah yang dimiliki pertama kali dan dihuni pribadi, tidak untuk dipindah tangankan kepada orang lain dalam jangka waktu 5 tahun kedepan, dimulai pada waktu pembelian.

             Harga rumah subsidi tidak dijual melebihi batasan yang didasarkan pada kombinasi zona harga jual maksimal.

             Dapat melaukan pembayaran secara tunai ataupun dengan memanfaatkan fasilitas kredit bersubsidi ataupun tidak bersubsidi dan dapat juga melalui pembiayaan.

Dengan memenuhi persyaratan tersebut, Anda akan dengan mudah mendapatkan rumah bersubsidi ini dengan standar kualitas yang cukup baik. Rumah dibangun dengan dinding menggunakan batako dan di lapisi cat, selain itu juga menggunakan lantai kramik berukuran 30 cm x 30 cm. daya listrik yang disediakan sebesar 900 atau 1.300 watt sesuai standar yang ditetapkan PLN.

Perumahan Murah Bersubsidi Memiliki Variasi Harga

Sesuai dengan kepmen PUPR No.348/KPTS/M/2015 mengenai harga jual rumah bersubsidi ini berbeda-beda disesuaikan dengan zona. Berikut daftar harga perumahan murah bersubsidi yang tersedia tahun 2018:

             Area jawa tidak termasuk (Jabodetabek) ada di kisaran harga Rp 130.000.000

             Area Jabodetabek ada di kisaran harga Rp 148.500.000

             Area Sumatera ada di kisaran harga Rp 130.000.000

             Area kepulauan Riau dan Bangka Belitung ada di kisaran harga Rp 136.000.000

             Area Kalimantan ada di kisaran harga Rp 142.000.000

             Area Sulawesi ada di kisaran harga Rp 136.000.000

             Area Maluku dan Maluku Utara ada di kisaran harga Rp 148.500.000

             Area Bali dan Nusa Tenggara ada di kisaran harga Rp 148.500.000

             Area Papua dan Papua Barat ada di kisaran harga Rp 205.000.000

Program ini dilakukan pemerintah untuk memberikan solusi terbaik demi meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyatnya. Selain itu pemerintah juga terus berupaya semaksimal mungkin untuk merealisasikan programnya dengan dibantu kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).  Upaya meningkatkan jumlah rumah MBR yang bisa mendapatkan subsidi terus dilakukan dengan berbagai cara, agar masyarakat dapat dengan mudah mendapatkannya.

Subsidi sangat dibutuhkan khususnya bagi rakyat kecil dengan berpenghasilan rendah agar dapat ikut menikmati bunga KPR murah tetap sebesar 5%. Bunga ini berlangsung selama jangka waktu KPR FLPP 15-20 tahun. Bila tanpa bantuan subsidi,  tentunya masyarakat berpenghasilan rendah tak akan mampu mendapat hunian yang layak dengan harga yang terjangkau.

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *